Topologi Jaringan: Pengertian dan Jenisnya

Pengertian Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah cara untuk membuat sejumlah komputer saling berhubungan satu sama lain, baik menggunakan kabel maupun yang nirkabel. Berdasarkan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, danstation.
Biasanya, topologi jaringan bertujuan untuk kemudahan bertukar informasi

Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna. Topologi jaringan biasanya di pakai suatu perusahaan, badan institut maupun lembaga, agar antar anggota bisa saling bertukar informasi dengan cepat dan aman

Lets go!! Kita bahas macam macam topologi jaringan, dan setiap topologi pasti ada kelebihan & kekurangannya masing masing.

Macam Macam Topologi Jaringan

Metode untuk membuat topologi jaringan memiliki banyak variasi, tergantung pada kebutuhan penggunanya. Berikut ini adalah macam macam topologi jaringan.

1. Topologi Star

Topologi jaringan berbentuk star atau bintang adalah jaringan dari beberapa komputer yang memiliki koneksi dengan node yang berada di jaringan pusat. Jadi, masing-masing perangkat memiliki koneksi dengan node yang berada di tengah sistem jaringan.

Sistem kerja topologi jaringan star adalah dengan menempatkan satu jaringan sebagai pusat segala aktivitas. Segala pertukaran data dilakukan dengan melewati jaringan di pusat. Istilah yang sering digunakan dalam teknologi informasi, yakni jaringan pusat disebut stasiun primer dan node yang terkoneksi disebut sebagai stasiun sekunder.

Ciri-ciri topologi jaringan star adalah setiap node terkoneksi langsung dengan server pusat, aliran data mengalir dari node kemudian ke server pusat lalu diarahkan ke node yang dituju. Jika ada kerusakan pada salah satu node, keseluruhan jaringan akan tetap baik-baik saja.

Cara kerja topologi jaringan star adalah dengan merancang beberapa jaringan komputer untuk terkoneksi dengan pusat yang disebut hub atau switch. Kemudian, jaringan yang berada di pusat akan menjadi semacam server sentral.

Switch, sebagai salah satu perangkat di server pusat akan menyimpan semua aliran data dari node sebagai daftar CAM (Content Addressable Memory) pada memori yang tersedia. CAM berfungsi untuk menyimpan semua alamat perangkat yang terhubung dengan switch.

Berikut ini adalah kelebihan dari Topologi jaringan star

  • Mudah untuk dirancang
  • Lebih mudah untuk menemukan sumber permasalahan jika terdapat gangguan di salah satu node.
  • Memiliki fleksibilitas yang tinggi karena proses penambahan atau pengurangan jaringan komputer tidak akan mengganggu arus informasi.

Sedangkan ini adalah kekurangan dari Topologi jaringan star

  • Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jaringan instalasi jenis ini cukup tinggi karena membutuhkan banyak kabel. Setiap satu jaringan komputer dihubungkan langsung menuju server pusat dan membutuhkan server dengan performa tinggi.
  • Perangkat pusat menjadi penentu utama keberlangsungan seluruh sistem. Sehingga, kerusakan jaringan pusat akan menyebabkan keseluruhan sistem komunikasi menjadi terhambat.

2. Topologi Ring

metode ini menghubungkan antarkomputer dengan cara membentuk rangkaian seperti sebuah lingkaran.

Untuk membuat topologi ring, setiap komputer perlu dihubungkan secara seri satu sama lain. Sistem topologi jaringan berbentuk ring dibuat untuk bisa saling berinteraksi dalam keadaan dekat atau jauh.

Cara kerja Topologi Ring adalah Sebagai berikut :

  • Setiap node pada sentral memiliki penguat sinyal di kedua sisinya. Sehingga, setiap perangkat saling bekerja sama untuk menguatkan sinyal. Alat bernama token akan membantu saat proses penerimaan dan penerusan sinyal.
  • Token juga berfungsi sebagai pengantar data jika dibutuhkan oleh suatu node.

Berikut ini untuk kelebihan dari Topologi Ring

  • Mudah untuk dirancang
  • Mudah untuk melakukan instalasi baru.
  • Penggunaan kabel yang hemat.
  • Kecepatan aliran data lebih tinggi.
  • Tidak memiliki risiko collision karena aliran data berjalan dengan satu arah.

Dan berikut ini adalah kekurangan dari Topologi Ring

  • Jika ada kerusakan di satu sisi, keseluruhan sistem akan terganggu.
  • Sinyal semakin lemah jika node yang dituju jaraknya cukup jauh.
  • Proses untuk menambah atau mengurangi perangkat jaringan memengaruhi keseluruhan sistem.

3. Topologi Tree

Topologi jaringan berbentuk tree (pohon) merupakan bentuk gabungan dari sistem topologi bus dan star, di mana jaringan topologi bus menjadi konektor utama beberapa topologi star. Jika diibaratkan dengan bentuk seperti pohon, topologi bus adalah batang utama yang menghubungkan beberapa topologi star sebagai rantingnya.

Topologi tree sangat cocok untuk dipakai membangun jaringan yang terdiri dari banyak komputer.

Ciri-ciri topologi jaringan tree adalah memiliki kabel utama sebagai penghubung beberapa hub di jaringan star, memiliki tingkatan atau hierarki, komunikasi dalam jaringan dilakukan melalui hub, dan memiliki hub sebagai server pusat pengatur arus informasi.

Berikut ini adalah kelebihan dari Topologi Tree

  • Arus informasi data dilakukan secara point to point.
  • Pengembangan jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
  • Sesuai dengan kebutuhan jaringan komputer dalam skala besar.

Dan berikut ini adalah kekurangan dari Topologi Tree

  • Biaya yang diperlukan untuk membangun topologi model ini cukup mahal.
  • Instalasi topologi tree cukup susah untuk dilakukan.
  • Seluruh jaringan akan tergantung dengan kabel penghubung utama.
  • Perawatan jaringan cukup susah untuk dilakukan.
  • Peran hub cukup penting sehingga jika terjadi kerusakan, akan menyebabkan pengaruh yang besar pada sistem topologi.

4. Topologi Mesh

Topologi jaringan mesh atau jala adalah sistem topologi di mana koneksi antar komputer saling terhubung secara langsung satu sama lain. Koneksi antarkomputer secara langsung seperti ini disebut dedicated link.

Jaringan topologi mesh dapat meningkatkan kecepatan proses transfer data karena langsung dikirim menuju komputer yang dituju tanpa perantara.

Cara kerja topologi mesh sangat sederhana karena data yang dikirim langsung menuju node yang ditujukan. Kabel yang saling terhubung antarkomputer membuat arus data informasi berlangsung dengan cepat.

Berikut ini adalah kelebihan dari Topologi Mesh

  • Kerusakan salah satu komponen tidak akan memengaruhi komponen jaringan yang lain.
  • Keamanan data terjamin dibandingkan dengan topologi jenis lainnya.
  • Mudah mengidentifikasi sumber kerusakan jika terjadi gangguan.

Dan berikut ini adalah kekurangan dari Topologi Mesh

  • Biaya yang diperlukan menjadi lebih tinggi.
  • Proses instalasi jaringan cukup susah untuk dibangun.
  • Menggunakan banyak kabel dan port I/O.

5. Topologi Linear

Topologi jaringan linear disebut juga topologi runtut. Topologi linear dirangkai dengan urut menggunakan kabel utama yang dihubungkan pada setiap titik yang terdapat dalam komputer.

Baca juga: Cara mengaktifkan hotspot di mikrotik

Ciri utama topologi linear adalah memiliki skema yang serupa dengan topologi bus dan menggunakan konektor BNC serta kabel RJ 58.

Berikut ini adalah kelebihan dari Topologi Linear

  • Skema jaringan sederhana dan mudah untuk dibangun.
  • Mudah dalam melakukan pengembangan jaringan.
  • Efisien dalam pemakaian kabel sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi rendah.

Dan berikut ini adalah kekurangan dari Topologi Linear

  • Keamanan data kurang terjamin.
  • Sulit untuk mendeteksi kerusakan jika terjadi masalah.
  • Potensi untuk terjadi collision cukup tinggi. Karena itulah, topologi jenis ini hanya sesuai untuk jaringan komputer dalam skala kecil.
  • Jika ada penambahan jumlah pengguna, proses transfer data akan menjadi lamban.
  • Wajib menggunakan perangkat tambahan seperti repeater untuk koneksi jarak jauh dan terminator.

6. Topologi Hybrid

Topologi jaringan jenis hybrid merupakan gabungan dari dua atau lebih jenis topologi jaringan yang berbeda. Biasanya, topologi seperti ini digunakan pada perusahaan yang mengambil alih perusahaan lain.

Berikut ini adalah kelebihan dari Topologi Hybrid

  • Kecepatan jaringan cukup stabil.
  • Tipe jaringan bisa disesuaikan dengan tujuan tertentu.
  • Fleksibel dan efisien karena dapat memadukan tipe jaringan topologi yang berbeda tanpa perlu melakukan perombakan.

Dan ini adalah kekurangan dari Topologi Hybrid

  • Instalasi jaringan cukup susah untuk dibangun.
  • Biaya pengelolaan dan perawatan menjadi cukup tinggi karena skema topologi gabungan cukup rumit.
  • Jaringan tipe ini membutuhkan perangkat jaringan yang cukup banyak, yaitu hub, switch, router, access point, LAN card, dan wireless card.

Baca juga: Susunan Kabel Straight dan Cross terbaru

7. Topologi Peer to peer

Topologi jaringan peer to peer adalah topologi jaringan yang menghubungkan dua komputer dengan satu buah kabel. Bisa dibilang bahwa topologi jaringan jenis ini adalah yang paling sederhana dibandingkan dengan yang lain.

Setiap komputer di dalam jaringan topologi peer to peer dapat saling berinteraksi tanpa adanya server. Setiap komputer bisa menjadi client dan server secara bergantian.

Kelebihan topologi jaringan peer to peer adalah komunikasi dapat dilakukan tanpa perangkat tambahan seperti hub dan switch, biaya yang diperlukan murah, dan proses instalasi mudah untuk dilakukan.

Kekurangan topologi jaringan peer to peer adalah keamanan data yang kurang terjamin, proses penyimpanan data tergantung dari computer, sehingga jika komputer mengalami kerusakan, akan mengganggu proses arus data.

Penutup

Itu dia macam macam dari Topologi jaringan, beserta Kelebihan dan Kekurangannya. Semoga teman teman bisa paham dan mengerti. Jangan lupa anda juga bisa share blog ini ke teman teman kalian yaa. Biar kita bisa saling sharing ilmu ini. Oke sampai jumpa di lain waktu.

Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.